Bagi para pemain Minecraft, suara desisan halus itu adalah mimpi buruk paling nyata. Belum sempat nengok ke belakang, tahu-tahu karakter kita udah mati dan rumah hasil begadang semalaman hancur lebur jadi puing-puing.
Yap, siapa lagi kalau bukan Creeper? Jagoan tanpa kaki berwarna hijau ini dinobatkan sebagai salah satu ikon monster (mob) paling ikonik sekaligus paling dibenci di dunia gaming. Tapi, di balik sifatnya yang hobi meledakkan diri dan bikin jantungan, ternyata Creeper punya sejarah dan fakta unik yang jarang disadari oleh banyak player, lho.
Mau tahu apa aja? Yuk, kita bedah fakta menariknya bareng GudangInfo!
1. Lahir dari Produk Gagal (Eror Coding Babi)
Fakta paling legendaris dari Creeper adalah asal-usul penciptaannya. Sang kreator Minecraft, Markus "Notch" Persson, sebenarnya tidak pernah sengaja mendesain Creeper.
Pada tahun 2009, saat Notch sedang mencoba membuat coding untuk memunculkan hewan Babi (Pig), dia tidak sengaja menukar angka koordinat untuk panjang dan tinggi badannya. Hasilnya? Badan si babi malah tumbuh memanjang ke atas secara vertikal, punya empat kaki kecil di bawah, dan terlihat sangat aneh. Bukannya menghapus kode eror tersebut, Notch justru memberikan warna hijau, tekstur menyeramkan, dan menjadikannya monster pembuat teror hingga hari ini.
2. Punya Ketakutan Setengah Mati Sama Kucing
Creeper boleh aja nggak takut mati demi meledakkan kamu dan rumahmu. Tapi kalau urusan mental, monster ini bakal langsung ciut kalau melihat Kucing (Ocelot / Cat).
Begitu ada kucing di dekatnya, Creeper bakal langsung lari terbirit-birit menjauh sejauh mungkin. Makanya, tips paling ampuh buat mengamankan area rumah kamu dari teror ledakan adalah dengan menjinakkan beberapa kucing dan membiarkan mereka "patroli" di sekitar pekarangan rumah.
3. Tekstur Kulitnya Ternyata Terinspirasi dari Daun
Pernah nggak kamu perhatiin pola kotak-kotak hijau di tubuh Creeper? Banyak yang mengira itu adalah sisik ular atau kulit alien. Padahal secara visual, Notch membuat tekstur tubuh Creeper dengan menganalogikannya seperti daun kering yang layu. Itu sebabnya warna hijaunya tidak merata dan cenderung terlihat aesthetic sekaligus berkamuflase dengan baik di area hutan atau rerumputan.
4. Bisa Berubah Jadi "Super Saiyan" Lewat Charged Creeper
Kalau kamu pikir ledakan Creeper biasa udah ngerusak, tunggu sampai kamu ketemu sama Charged Creeper. Ini adalah varian langka yang tercipta ketika seekor Creeper biasa tersambar petir saat cuaca badai (thunderstorm).
Ciri-cirinya, tubuh Creeper bakal diselimuti oleh aura listrik berwarna biru neon yang menyala. Daya ledak dari Charged Creeper ini naik berkali-kali lipat lebih dahsyat dari TNT biasa. Plus, kalau monster lain (seperti Zombie atau Skeleton) mati terkena ledakannya, mereka bakal menjatuhkan item langka berupa kepala monster (Mob Head).
5. Kenapa Mereka Hobi Meledak? Penjelasan Ilmiahnya Lucu!
Di dalam buku panduan resmi Minecraft Mojang, ada candaan teoretis mengenai alasan kenapa Creeper suka meledak. Tekstur tubuh mereka yang menyerupai tanaman kering membuat para ilmuwan fiksi di game menganggap tubuh Creeper terbuat dari gambut dan bahan peledak alami. Mereka mendekati pemain bukan karena benci, melainkan karena mereka "gugup" dan "bergetar" saking senangnya ketemu manusia, hingga gesekan di dalam tubuhnya memicu percikan api dan... BOOM!
Nah, itu dia 5 fakta menarik tentang si hijau pembuat onar di Minecraft. Sekarang kalau kamu dengar suara desisan di dalam game, kamu udah tahu kan harus lari ke mana? (Petunjuk: Cari kucing terdekat!).
Tulis di kolom komentar ya, apa pengalaman paling apes kamu selama berurusan dengan Creeper! Tetap pantau gudanginfo.web.id untuk info gaming seru lainnya!

Posting Komentar